Senin, 04 November 2013

"Keamanan Jaringan Komputer"

Diposting oleh NUARENI ARIFIN di 05.43 0 komentar

Sistem Keamanan Jaringan Wifi

Kebanyakan orang ketika membangun sebuah jaringan (baik menggunakan media kabel maupun nirkabel) terkesan kurang memperhatikan sisi keamanannya. Utamanya jaringan tanpa kabel atau Wireless (Wi-Fi); saking mudahnya membangun jaringan hotspot (wireless) kita sering mengabaikan keamanannya. Padahal, dibalik kemudahan wireless tersimpan sejumlah kelemahan bila dibanding dengan jaringan dengan media transmisi kabel. Sebab jaringan wireless bisa diakses oleh user tanpa kita ketahui siapa orangnya; sedangkan jaringan menggunakan kabel (misalnya UTP) user harus terhubung secara fisik untuk mendapatkan akses sumber daya (resoruces) jaringan kita. Inilah yang menyebabkan mengapa jaringan wireless relatif lebih rawan terhadap berbagai serangan.

Berikut adalah sistem keamanan yang bisa kita terapkan pada jaringan wireless kita:

Merubah Username dan Password Default

Ketika kita membeli perangkat atau device pasti kita akan diberi username dan password default (dari pabrik), misalnya username: admin; kemudian passwordnya: admin. Ini harus kita rubah, sebab terlalu mudah untuk ditebak. Sehingga orang tidak mudah masuk dan merubah konfigurasi jaringan

Ubah Default SSID

SSID merupakan nama dari jaringan Wi-Fi (misalnya pada Access Point atau AP). SSID sendiri kepanjangan dari Service Set ID; seperti username dan password, nama jaringan Wi-Fi (yang diistilahkan dengan SSID) juga harus dirubah. Hal ini perlu dilakukan mengingat setiap produk yang sama mempunyai SSID yang sama pula.

Aktifkan WEP atau WPA

Hampir semua wireless router dan adapter wireless sekarang ini mendukung standard keamanan jaringan wireless seperti WEP dan WPA enkripsi 64-bit/128-bit.

Dalam keamanan jaringan wireless, WAP kepanjangan dari Wi-Fi Protected Access (WPA atau versi terbarunya WPA2) yang merupakan program certifikasi yang dibuat oleh Wi-Fi Alliance yang menunjukkan adanya suatu compliant (tunduk terhadap suatu aturan atau standard yang digariskan) dengan protocol keamanan yang diciptakan oleh Wi-Fi Alliance untuk keamanan jaringan wireless komputer. Protocol ini diciptakan menjawab adanya banyak diketemukannya (oleh para peneliti) kelemahan system standard keamanan wireless pendahulunya yaitu WEP (Wired Equivalent Privacy).

Wired Equivalent Privacy (WEP) dalam keamanan jaringan wireless adalah suatu algoritme tertentu yang diciptakan untuk keamanan jaringan wireless IEEE 802.11. jaringan wireless melakukan broadcast messages menggunakan sinyal radio, makanya sangat rentan terhadap segala usaha “pengupingan” dibanding jaringan LAN kabel. Ketika diperkenalkan di tahun 1977, WEP dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan yang setara dengan jaringan kabel tradisional.

Tanda Certifikasi WPA2 pada keamanan jaringan wireless kemudian menunjukkan suatu compliant dengan suatu protocol advance yang meng-implementasikan standard penuh. Protocol tingkat advance ini tidak akan berjalan atau tidak mendukung pada piranti adapter wireless versi sebelumnya (kuno). Produk yang lulus uji testing oleh Wi-Fi Alliance untuk suatu compliant dengan protocol ini berhak memberikan label WPA pada produknya.

WPA2 menggantikan WPA, seperti WPA, WPA2 memerlukan testing dan certifikasi oleh Wi-Fi Alliance. WPA2 meng-implementasikan elemen-2 mandatory dari 802.11i. Khususnya ia memperkenalkan suatu algoritma baru berdasarkan AES, CCMP, yang dianggap sangat aman. Certifikasi dimulai sejak tahun 2004 September dan sejak tanggal 13 Maret 2006, certifikasi WPA2 adalah suatu keharusan untuk semua piranti wireless yang baru jika ingin mendapatkan label Wi-Fi.

IEEE 802.11i-2004 atau 802.11i dalam keamanan jaringan wireless adalah suatu amandemen pada standard IEEE 802.11 yang men-spesifikasikan mekanisme keamanan jaringan wireless.

Ia menggantikan klausa pendek “Authentication and privacy”dari standard asli dari klausa rinci “security”, dalam proses depresiasi kebocoran WEP. Amandemen ini kemudian dilegalkan kedalam standard yang dipublikasikan yaitu standard IEEE 802.11-2007.

Sekarang kita sudah mempunyai sedikit pegetahuan mengenai standard keamanan jaringan wireless, dimana hampir semua producen wireless memberikan label compliant WPA/WPA2 pada produk piranti wireless mereka.

Hampir semua piranti wireless router dari pabriknya di set defaultnya untuk tidak memberikan keamanan (disable security), jadi anda harus mensetting nya untuk enable security standard. Jika anda tidak mau menggunakan keamanan wireless, maka anda biarkan saja setting default pabriknya. Sungguh sangat mengejutkan bahwa hampir kebanyakan orang tidak menggunakan fasilitas keamanan jaringan wireless ini dan membiarkan setting default aslinya, entah alasan tidak praktis sampai alasan tidak tahu cara melakukan settingan keamanannya. Kebiasaan ini menimbulkan suatu hobby dari sebagian orang berkeliling mencari sinyal wireless dengan laptop mereka atau dengan PDA atau Blackberry yang dilengkapi dengan piranti Wi-Fi. Akan tetapi yang lebih bahaya adalah sebagian orang yang memang berusaha mencari celah untuk bisa masuk ke jaringan wireless untuk mencuri data atau usaha hacking yang merugikan perusahaan anda. [source: sysneta.com]

Non Aktifkan SSID Broadcast

Seperti pada pembahasan diatas bahwa SSID merupakan nama sebuah jaringan Wi-Fi. Didalam konfigurasi Access Point, SSID bisa kita atur sehingga semua perangkat yang memiliki WLAN atau semisalnya dapat menemukan nama jaringan Wi-Fi (SSID) tersebut. Jika kita ingin semua orang dapat mengakses Wi-Fi kita, maka pengaturan SSID Broadcast-nya kita set ke Enable. Tetapi jika kita berencana hanya orang tertentu saja yang bisa mengakses, maka kita set SSID Broadcast-nya menjadi Disable. Ringkasnya begini: SSID Broadcast Enable = dapat ditemukan semua orang, sedangkan SSID Broadcast Disable = SSID kita sembunyikan (jadi yang bisa konek ke Wi-Fi hanya yang tahu SSID-nya)

Mac Address Filtering

Satu lagi keamanan yang bisa kita terapkan pada Wi-Fi, Mac Address Filtering. Sebelum kita kupas apa itu Mac Address Filtering, terlebih dahulu kita kenalan dengan istilah MAC Address. Mac Address adalah kombinasi nomor unik pada piranti adapter seperti NIC dan WLAN (Wireless LAN). Jadi setiap adapter mempunyai nomor yang pasti berbeda dengan adapater lainnya. Kalau di HP dikenal dengan istilah IMEE. Sedangkan Mac Address Filtering digunakan untuk membatasi user dengan memanfaatkan keunikan nomor adapter MAC (Media Access Control ) Address.

Gunakan IP Address Statik

Secara default, pengaturan IP menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yaitu client (dalam hal ini adalah user yang akan konek ke Wi-Fi) mendapatkan IP secara otomatis. Dengan pengaturan IP secara statik atau manual berarti dan pengalamatan IP yang tidak biasa, saya kira cukup menyulitkan orang yang akan konek ke Wi-Fi kita. Oleh karena itu, pemberian IP Address secara manual bisa dijadikan salah satu pilihan dalam menjaga jaringan wireless.

Transmisi Signal Wireless

Diposting oleh NUARENI ARIFIN di 05.33 0 komentar

Perhitungan jarak, Anggaran, dan Pemilihan antena untuk wifi




Perhitungan Jarak

      Mayoritas kekuatan dari sinyal radio akan hilang di udara. Bahkan di area hampa udara, gelombang radio kehilangan energinya ketika sebagian energi selalu terpancar ke arah selain sumbu jaringan. The Free Space Path Loss (FSPL) mengukur kekuatan yag hilang dalam ruang bebas tanpa hambatan. Jadi untuk pengguna, ini sangat penting untuk diketahui jarak perkiraan antara penerima dan pengirim ketika mempertahankan kualitas jaringan yang baik saat menggunakan tingkat pengiriman data yang berbeda.



Rumus Terkait:

     FSPL tergantung pada dua parameter: Pertama adalah frekuensi sinyal radio, kedua adalah jarak transmisi nirkabel. Rumus berikut dapat mencerminkan hubungan antara mereka.

FSPL (dB) = 20log10(d) + 20log10(f) + K
d = distance (jarak)
f = frequency (frekuensi)
K= konstanta yang bergantung pada satuan yang digunakan untuk d dan f
Jika d diukur dalam kilometer, f dalam MHz, formula adalah:

FSPL (dB) = 20log10(d)+ 20log10(f) + 32.44

From the Fade Margin equation, Free Space Path Loss can be computed with the following equation.

Ruang Bebas Path Loss = Tx Power-Tx Kabel Loss + Tx Antenna Gain+Rx Antenna Gain -  Rx Kabel Loss - Sensitivitas Rx - Fade Margin

Dengan dua persamaan di atas Ruang Bebas Path Loss, kita bisa mengetahui Jarak dalam km.

Distance (km) = 10(Free Space Path Loss – 32.44 – 20log10(f))/20

Zona Fresnel adalah area sekitar visual yang line-of-sight bahwa gelombang radio menyebar meninggalkan antena. Anda ingin garis yang terlihat jelas untuk mempertahankan kekuatan, terutama untuk sistem nirkabel 2.4GHz. Hal ini karena gelombang 2,4 GHz diserap oleh air, seperti air yang ditemukan di pohon. Aturan praktis adalah

FSPLr=17.32*√(d/4f)
d = distance [km]
f = frequency [GHz]
r = radius [m]

Perhitungan Anggaran Jaringan

      Anggaran jaringan nirkabel untuk point-ke-point jaringan radio untuk semua penerimaan dan kehilangan dari pengiriman radio ( sumber sinyal radio), melewati kabel, antena dan daerah terbuka ke peneriman sinyal. Mengestimasi nilai dari "kekuatan dalam bagian berbeda dari jaringan radio adalah sedapat mungkin dibuat desain terbaik dan pilihan peralatan yang paling cocok.
      Anggaran jaringan selalu mengacu pada perhitungan Fade Margin dan System Operating Margin. Nilai pasti dari Fade margin diperluan oleh sistem Wifi tergantung pada jaringan yang diinginkan, tapi sederhananya adalah 20 - 30 dB.
      Untuk kegunaan, khususnya kepada yang ingin tahu kehandalan koneksi nirkabel ketika mengirim dan menerima saat bekerja pada jarak tertentu, fungsi ini sangat ideal.

Catatan:

     Sangat baik: Link harus bekerja dengan keandalan yang tinggi, ideal untuk aplikasi yang menuntut kualitas link tinggi. Tingkat margin memudar lebih dari 22dB.
     Baik: Link harus memberikan pengalaman berselancar yang baik. Tingkat margin memudar adalah 14 ~ 22dB.
     Normal: Link tidak akan stabil sepanjang waktu, tetapi seharusnya bekerja dengan baik. Tingkat margin memudar adalah 14dB atau lebih rendah.

Rumus Terkait:

Fade Margin = Diterima Sinyal - Sensitivitas Penerima

Dimana

Received Signal = Tx Power - Tx Cable Loss + Tx Antenna Gain - Free Space Path Loss + Rx Antenna Gain - Rx Cable Loss

Pemilihan Antena


     Untuk aplikasi di luar ruangan, antena adalah alat yang sangat penting. Antena yang cocok dapat membantu anda mempertahankan kualitas jaringan yang baik di saat yang bersamaan anda menghemat uang anda. Untuk pengguna, ini sangat penting untuk mencari antena yang cocok. Dalam fungsi ini, anda dapat mencari antena pengirim atau penerima yang cocok dari beragam antena yang TP-LINK tawarkan untuk mencari antena yang tepat untuk anda yang dapat mempertahankan kualitas jaringan yang baik. 

Rumus Terkait:

     Untuk menemukan antena yang cocok, dapat dilakukan dengan menghitung gain antena dari dua persamaan Ruang Bebas Path Loss.
     Untuk mengetahui Gain Antena Pemancar (asumsi Anda memiliki informasi Antena Penerima Gain)

Sensitivity + 32.44 + 20 log10(f) + 20 log10(d) - Rx Antenna Gain
d = distance [km]
f = frequency [MHz]

     Untuk menggunakan fungsi ini, Anda perlu mengetahui jarak & marjin penurunan dan pilih pemancar & penerima akses point, kabel opsional & antena penerima.
     Untuk mengetahui Penerima Gain Antena (asumsi Anda memiliki informasi Antena Pemancar Keuntungan)

Rx Antenna Gain = Fade Margin - Tx Power + Tx Cable Loss + Rx Cable Loss + Rx Sensitivity + 32.44 + 20 log10(f) + 20 log10(d) - Tx Antenna Gain
d = distance [km]
f = frequency [MHz]

     Untuk menggunakan kalkulator ini, Anda perlu mengetahui jarak & marjin penurunan dan pilih pemancar & penerima akses point, kabel opsional & antena penerima
     Dengan nilai gain antena dihitung, Anda akan dapat menemukan antena yang cocok.
 

.::TEKNIK KOMPUTER ::. Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal